Ini Ragam Program Subsidi Perumahan Yang Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

reisultra.com, Kendari – Perumahan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sektor perumahan maupun bisnis properti memiliki kaitan multiplayer effect yang akan ikut menggerakkan 170-an industri terkait lainnya sehingga bisa memberikan dampak pertumbuhan perekonomian yang luas.

Program perumahan yang selama ini dijalankan Kementerian PUPR juga bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Selain memberikan kemudahan aksesibilitas terhadap pembiayaan perumahan melalui berbagai program subsidi pembiayaan, program bedah rumah yang dilakukan menjadi program bantuan langsung tunai cukup sukses menggerakkan perekonomian di saat pandemi ini.

Karena itu terkait dengan target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, salah satu program nyata yang dilaksanakan untuk sektor perumahan yaitu pengurangan rumah tangga yang tidak layak huni dari 56,75 persen menjadi 70 persen. Ini merupakan salah satu upaya yang dikerjakan Kementerian PUPR dengan menargetkan 287 ribu unit bantuan pembiayaan perumahan untuk tahun anggaran 2020.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, telah menjadi komitmen pemerintah khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa menjamin akses maupun keterjangkauan kalangan ini terhadap hunian yang layak. Dengan semakin banyak kalangan MBR mengakses perumahan maka akan semakin banyak masyarakat yang tinggal di hunian yang layak dan sehat.

“Total bantuan pembiayaan perumahan untuk tahun anggaran (TA) 2020 ini dilaksanakan untuk tiga program utama yaitu KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT), dan tambahan stimulus fiskal melalui program subsidi selisih bunga (SSB),” ujarnya.

Adapun anggaran yang dialokasikan untuk program FLPP mencapai 102.500 unit senilai Rp11 triliun, BP2BT 32 ribu, dan SSB 175 ribu unit. Nilainya, untuk program SSB sebesar Rp788 miliar yang akan dibagi menjadi SSB reguler sebanyak 155 ribu unit dan SSB untuk kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan TNI-Polri sebanyak 20 ribu unit.

Saat ini, penyaluran untuk KPR FLPP telah mencapai lebih dari 77 ribu unit senilai Rp7,8 triliun, BP2BT 147 unit senilai Rp5,84 miliar, dan SSB 4.067 unit senilai Rp,53 miliar. FLPP bisa digunakan untuk membeli rumah tapak maupun rumah susun dengan suku bunga 5 persen dengan tenor 20 tahun. Masyarakat juga masih mendapatkan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4 juta dan uang muka  ringan hanya 1 persen dari harga rumah yang telah ditentukan sesuai aturan Kementerian Keuangan.

Untuk program BP2BT bisa digunakan untuk pemilikan rumah maupun pembangunan rumah dengan suku bunga floating ditentukan oleh pasar. Maksimal dana BP2BT yang diterima masyarakat sebesar Rp40 juta yang digunakan untuk uang muka atau biaya membangun dengan syarat harus menabung terlebih dulu selama tiga bulan.

Sementara untuk program SSB juga meliputi rumah tapak dan rumah susun dengan suku bunga 5 persen kecuali di Papua 4 persen dengan masa subsidi 10 tahun selanjutanya dikenakan suku bunga pasar. Untuk program ini MBR juga berhak mendapatkan SBUM sebesar Rp4 juta dan uang muka 1 persen. Di Papua SBUM bisa diberikan hingga Rp10 juta.

“Calon konsumen yang ingin mendapatkan subsidi perumahan ini harus berpenghasilan kurang dari Rp8 juta. Untuk meningkatkan pencapaian target program perumahan di masa pandemi Covid-19 ini, Kementerian PUPR memudahkan masyarakat dengan berbagai aplikasi teknologi seperti Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) ataupun Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang),” beber Basuki.

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa