Penyaluran KPR Subsidi FLPP Bisa Tembus 105,72 Persen

reisultra.com, Kendari – Pandemi Covid-19 tidak membuat penyaluran program KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) menjadi surut. Lembaga penyalur KPR FLPP Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mencatatkan kenaikan pembiayaan perumahan untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini.

Menurut Direktur Utama PPDPP Airef Sabaruddin, hingga pekan ini PPDPP telah menyalurkan total anggaran FLPP tahun ini mencapai porsi 85 persen dari total anggaran Rp11 triliun tahun ini. Artinya, PPDPP telah menyalurkan senilai Rp8,89 triliun untuk 87.361 unit dari total 102.500 unit target tahun ini.

“Dengan anggaran Rp11 triliun pada tahun ini dan melihat tren pembiayaan yang sudah disalurkan, pada tahun ini hitungan kami dana FLPP yang disalurkan bisa mencapai 105,72 persen dari total target tahun 2020 ini yang sebesar 102.500 unit,” ujarnya.

Berdasarkan hitungan data persentase yang lolos pengujian periode Januari-Agustus 2020, PPDPP akan bisa menyalurkan capaian maksimal sekitar 108.363 unit rumah karena itu penyaluran yang bisa dilakukan mencapai 105,72 persen dari target pemerintah.

Saat ini, sebanyak 220.764 calon debitur telah mengakses Sistem Informasi KPR Bersubsidi (SiKasep) yang merupakan aplikasi untuk memudahkan calon debitur. Dari angka ini, sebanyak 90.840 calon debitur telah dinyatakan lolos subsidi checking dan 10.401 calon debitur sudah masuk dalam proses verifikasi bank pelaksana dan 298 calon debitur dalam pengajuan dana FLPP dari bank pelaksana.

Satu hal yang pasti, jelas Airef, minat masyarakat untuk memiliki rumah pertama melalui skema KPR FLPP tidak berkurang bahkan semakin tinggi. Hal ini membuktikan minat masyarakat tetap tinggi dan tidak terpengaruh oleh situasi pandemi terlebih karena rumah merupakan kebutuhan pokok.

Tingginya minat masyarakat terhadap akses pembiayaan perumahan ini membuat pemerintah terus meningkatkan perhatiannya. Dari nota keuangan dan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2021, pemerintah telah meningkatkan anggaran FLPP menjadi Rp16,6 triliun.

“Dana sebesar ini bisa untuk  membiayai sekitar Rp157.500 unit rumah. Ini bentuk nyata perhatian pemerintah untuk memberikan akses perumahan kepada masyarakat khususnya kalangan MBR. Dengan adanya insentif dalam pembiayaan perumahan bisa menyediakan suku  bunga rendah dan tetap (fixed rate) sepanjang masa pinjamannya,” imbuhnya.

 

sumber : rumah.com

foto : Bumi Royal Isthin Shifa