Lembaga Penyalur KPR Bersubsidi Ini Siapkan Tanda Tangan Digital Untuk Proses Aplikasi Yang Lebih Mudah

reisultra.com, Kendari – Untuk meningkatkan security system infrastruktur digital Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dilakukan IT Security Assessment (ITSA) dan implementasi digital signature bersama Badan Siber Sandi Negara (BSSN) untuk tiga aplikasi yang dimiliki PPDPP yaitu SiKasep, SiKumbang, dan website portal PPDPP.

SiKasep merupakan sistem informasi KPR subsidi perumahan untuk memudahkan masyarakat mencari perumahan bersubsidi sekaligus mengakses pembiayaan KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Sementara SiKumbang atau sistem informasi kumpulan pengembang untuk memudahkan kalangan pengembang memasarkan produknya di aplikasi ini.

PPDPP juga melakukan perjanjian kerja sama (PKS) teknis dengan Badan Sertifikasi Elektronik (BSRE) untuk penerapan tanda tangan elektronik (TTE) terkait seluruh proses pertukaran data atau surat-menyurat baik internal PPDPP, pengembang, maupun masyrakat.

Menurut Direktur Informasi Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Pemerintah BSSN Akhmad Toha, BSSN melalui BSRE mempercayakan teknologi a sign time untuk dikelola PPDPP secara mandiri sehingga proses digital signature bisa diimplementasikan pada sistem layanan PPDPP yang lain.

“Salah satu keuntungan yang diperolehh dari implementasi tanda tangan digital ini bagi seluruh pengguna baik PPDPP, pengembang, bank, serta pihak lainnya bisa menandatangani dokumen secara digital dengan aman dan cepat, kapanpun dan dimanapun. Proses yang sebelumnya dilakukan dalam waktu lama sekarang bisa dalam hitungan menit,” ujarya.

Hal ini juga sebagai salah satu penerapan new normal terkait pandemi Covid-19 di sektor reformasi birokrasi. Pelayanan dengan tanda tangan elektronik seperti ini bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi berbagai layanan yang selain memberikan keuntungan secara eknomi juga fleksibilitas.

Tanda tangan elektronik juga telah diakui di mata hukum berbeda dengan hasil scan tanda tangan yang tidak diakui. Adapun hasil pengujian terhadap tiga aplikasi PPDPP dilakukan selama seminggu untuk menemukan kerawanan dengan nilai risiko critical high untuk dijadikan referensi dan rekomendasi dalam meningkatkan keamanan siber PPDPP yang akan datang.

Direktur PPDPP Arief Sabaruddin menambahkan, pihaknya bergerak cepat dengan menggandeng BSSN untuk meminimalisir serangan siber yang bisa terjadi. Karena itu apresiasi diberikan kepada Tim IT PPDPP yang terus berupaya mengembangkan upaya perpindahan ke sistem digitalisasi.

“Dengan layanan berbasis digital ini ke depan PPDPP bisa terus meningkatkan pelayanan sehingga bisa lebih transparan, akuntabel, efisien, dan lebih produktif. Menindaklanjuti rekomendasi hasil ITSA ini kami akan membentuk tim khusus yang bertugas untuk memantau dan mengidentifikasi terhadap ancaman-ancaman serangan siber untuk menjaga keamanan data yang dikelola PPDPP,” tandasnya.

 

 

sumber : rumah.com

foto : Perum. Graha Reksa Kencana