KPR Subsidi FLPP Sudah Terserap Lebih Rp8 Triliun

reisultra.com, Kendari – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupkan lembaga yang menyalurkan KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). PPDPP menyalurkan KPR FLPP kepada bank penyalur KPR.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, hingga pekan ini dana FLPP yang tersalurkan telah mencapai lebih dari Rp8 triliun atau tepatnya Rp8,004 triliun. Penyerapan dana FLPP ini mencakup 76,97 persen dari total anggaran FLPP Rp11 triliun pada tahun 2020  ini untuk membiayai sebanyak 78.896 unit rumah.

“Dengan capaian ini, total PPDPP telah menyalurkan KPR subsidi FLPP mencapai Rp52,37 triliun sejak tahun 2010 lalu. Anggaran sebesar ini telah digunakan untuk membiayai sebanyak 734.498 unit rumah yang disalurkan oleh 39 bank pelaksana dari 42 bank yang telah bekerja sama dengan PPDPP,” ujarnya.

Bank penyalur KPR FLPP tertinggi masih dipegang oleh Bank BTN yang fokusnya memang pada pembiayaan perumahan. Bank BTN menyalurkan sebanyak 39.939 unit pada tahun 2020 ini disusul dengan Bank BNI sebanyak 7.682 unit. Berturut-turut kemudian Bank BTN Syariah 6.591 unit, Bank NTB Syariah 1.101 unit, Bank Sumselbabel 991 unit, dan sisanya tersebar di bank lainnya.

PPDPP juga telah melakukan evaluasi kepada bank penyalur untuk periode triwulan kedua tahun 2020. Ada 13 bank pelaksana yang turun kuota penyaluran FLPP-nya dan 11 bank pelaksana mendapatkan penambahan kuota karena berhasil menyalurkan KPR FLPP melebihi kuota yang telah ditetapkan.

Evaluasi dilaksanakan supaya semua bank penyalur bisa memaksimalkan kinerjanya sehingga masyarakat yang mengakses semakin besar. Arief juga menyebut, dengan evaluasi agar semua pihak bisa tetap konsisten dan menjalankan kesepakatan terkait pembagian kuota KPR FLPP yang telah disalurkan.

“Minat masyarakat terhadap rumah bersubsidi ini terus meningkat dan itu terlihat dari terus meningkatnya akses ke sistem kami melalui management control PPDPP. Calon debitur yang masuk tercatat mencappai 206.841 yang mengakses Sistem Informasi KPR Bersubsidi (SiKasep). Saat ini sebanyak 85.399 calon debitur sudah dinyatakan lolos subsidi checking, 12.332 calon debitur telah masuk proses verifikasi bank, dan 1.084 calon debitur dalam proses pengajuan dana FLPP,” bebernya.

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa