Evaluasi Penyaluran KPR FLPP, PPDPP Akan Alihkan Kuota Bank Yang Kinerjanya Di Bawah Target

reisultra.com, Kendari – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan evaluasi untuk perbankan maupun lembaga pembiayaan yang menyalurkan KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk kalangan masyarkat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, hingga saat ini PPDPP telah mengelola dan menyalurkan dana FLPP sebanyak 76.914 unit rumah senilai Rp7,79 triliun. “Angka ini mencerminkan porsi 75,04 persen untuk realisasi penyaluran FLPP pada tahun ini dengan total anggaran Rp11 triliun. Total sejak tahun 2010 lalu PPDPP telah menyalurkan dana FLPP mencapai Rp52,16 triliun untuk sebanyak 732.516 unit rumah,” ujarnya.

Untuk bank maupun lembaga penyalur KPR FLPP, PPDPP telah bekerja sama dengan 42 bank dan sebanyak 38 bank pelaksana telah menyalurkan KPR FLPP. Perinciannya, ada 10 bank nasional dan 32 bank pembangunan daerah (BPD) yang telah menyalurkan KPR FLPP. Hingga saat ini Bank BTN masih sebagai juara penyaluran tertinggi sebanyak 39.739 unit.

Penyalur KPR FLPP terbanyak kedua yaitu Bank BNI sebanyak 7.682 unit, Bank BTN Syariah 6.591 unit, Bank BRI Syariah 5.275 unit, Bank Jabar Banten (BJB) 2.557 unit, Bank BRI 2.205 unit, Bank Mandiri 1.415 unit, Bank NTB Syariah 1.077 unit, Bank Artha Graha 1.027 unit, dan Bank Sumatera Selatan Bangka Belitung (Sumselbabel) 989 unit. sisanya disalurkan oleh bank pelaksana lainnya.

Setelah melewati periode semester pertama tahun 2020 ini, PPDPP juga akan melakukan evaluasi terhadap 42 bank pelaksana yang menyalurkan KPR FLPP. Masih cukup banyak bank yang kinerja penyalurannya jauh di bawah target dari kuota dana KPR FLPP yang telah diberikan. Targetnya, akhir bulan Juli ini akan dilakukan evaluasi untuk seluruh bank penyalur.

“Sejauh ini target penyaluran dana FLPP di PPDPP masih on the track dan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kami berharap bank pelaksana yang masih bekerja di bawah target untuk segera bisa meningkatkan penyalurannya karena banyak masyarakat yang membutuhkan program ini. Bila bank penyalur tidak bisa meningkatkan kinerjanya, kuota dananya akan kami alihkan ke bank yang bisa menyalurkan lebih baik,” tandas Arief.

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa