Dukungan Hingga Kritik 16 Asosiasi Pengembang Kepada PPDPP

reisultra.com, Kendari – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar forum silaturahmi dengan 16 asosasi perusahaan pengembang melalui aplikasi Zoom. PPDPP merupakan lembaga yang menyalurkan dana KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Beberapa asosiasi pengembang yang hadir dalam forum ini antara lain Real Estat Indonesia (REI), Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA), Developer Properti Indonesia (DEPRINDO), Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (APPERNAS), Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (APERNAS), Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (PERWIRANUSA), Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (ASPEI).

Kemudian Asosiasi Pengembang Perumahan Indonesia (ASPERIN), Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Bersatu, Perusahaan Umum Perumahan Nasional (PERUM Perumnas), Perkumpulan Pengembang Realestat Indonesia (PARSINDO), Perkumpulan Pengembang Sukses Bersama (PERPESMA), Pengembang Indonesia (PI), Asosiasi Penyiapan dan Penyediaan Papan Indonesia (APEPPI), dan Asosiasi Properti Indonesia (PIN).

Kalangan asosiasi banyak memberikan masukan maupun menyampaikan apresiasiasinya kepada PPDPP. Penerapan berbagai inovasi teknologi yang diterapkan seperti sistem informasi KPR subsidi FLPP (SiKasep) dan SiKasep untuk pengembang (SiKumbang) terbukti telah memberikan kemudahan dan percepatan program perumahan.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, penerapan berbagai aplikasi teknologi ini akan terus dikembangkan termasuk penerapan teknologi artificial intelligent (AI) untuk semakin mempermudah penyebaran informasi hingga aplikasi penyaluran KPR Bersubsidi.

“Ritme kerja PPDPP saat ini sedang berlari dengan komposisi pekerja sebagian besarnya dari kalangan milenial. Kami akan terus mengedepankan pengembangan teknologi informasi dalam pelayanan termasuk penerapan AI, jadi semuanya bisa lebih efisien,” katanya.

Barkah Hidayat, Ketua Umum PI mengatakan, awalnya penerapan berbagai aplikasi seperti SiKasep maupun SiKumbang justru menjadi kendala. “Tapi sekarang efeknya sudah mulai kita rasakan, anggota kami menyatakan merasakan kemudahan dari berbagai aplikasi ini,” ujarnya.

Jance Frans, Ketua Umum ASPRIN menyebut, keberadaan aplikasi yang dikembangkan PPDPP telah mempermudah anggotanya untuk mengidentifikasi konsumen. “Makanya kami mendukung betul berbagai sistem yang diterapkan ini selama dampaknya baik untuk kami dan konsumen. Sekarang juga ada kemajuan, kalau dulu banyak yang daftar tapi belum tentu membeli, dengan sistem ini yang mendaftar pasti membeli,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Shinema Daeli, Ketua Umum PARSINDO. Menurutnya, SiKasep dan SiKumbang telah memberikan banyak perubahan yang positif karena bisa memberikan data akurat dan tepat. Hal ini selanjutnya akan bisa mendorong program sejuta rumah bisa berjalan lebih baik.

Dukungan lain diberikan oleh Risma Gandhi, Sekjen APPERNAS, yang menyebut spirit pengembangan aplikasi teknologi telah menular kepada kalangan pengembang. “PPDPP telah menciptakan sistem yang baik dan mempermudah komunikasi sehingga bila ada kendala di lapangan akses penyelesaiannya menjadi lebih mudah,” imbuhnya.

Berbagai harapan juga dikemukakan kalangan pengembang. Ketua Umum REI Totok Lusida berharap, skema subsidi seperti subsidi bantuan uang muka (SBUM), kredit konstruksi, dan lainnya bisa terus digerakan untuk menjadi stimulan pembiayaan perumahan.

Sementara Ketua Umum HIMPERRA Endang Kawdijaja menyatakan, perlu ada usulan bagaimana strategi untuk melewati pandemi Covid-19 khususnya bagi kalangan konsumen maupun pengembang agar semua pihak bisa tetap bersemangat menjalankan program perumahan.

Hingga saat ini, PPDPP telah menyalurkan FLPP mencapai Rp6,37 triliun untuk 63.077 unit rumah atau mencapai 61,54 persen dari anggaran tahun 2020 sebesar Rp11 triliun. Total penyaluran KPR subsidi yang telah disalurkan PPDPP sejak tahun 2010 hingga akhir Mei 2020 telah mencapai Rp50,74 triliun untuk sebanyak 718.679 unit rumah.

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa