DPP REI Minta Pemerintah Juga Perhatikan Perumahan Nonsubsidi

reisultra.com, Kendari – Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida meminta pemerintah juga memberi stimulus kepada sektor perumahan nonsubsidi, sehingga tidak hanya fokus pada sektor rumah subsidi saja.

Sebaiknya, kata Totok, sektor nonsubsidi perlu mendapatkan relaksasi mengingat kewajiban para pengembang tetap dijalankan di tengah ekonomi terdampak pandemi.  Saat ini, sektor perumahan subsidi mulai tumbuh dan bergerak, sementara sektor nonsubsidi masih menghadapi banyak tantangan.

“Kami berharap pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang extraordinary khususnya bagi sektor properti,’’ kata Totok dalam Webinar bertajuk Sinergi untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk mendongkrak sektor properti, Totok menyebut beberapa relaksasi yang diperlukan untuk sektor perbankan, tenaga kerja, pajak, retribusi, perizinan, dan energy.

senada, Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah pemerintah perlu memperhatikan industri perumahan yang banyak menciptakan lapangan kerja padat karya.

“Sehingga kami perlu kepastian berusaha di industri properti terutama di era new normal ini,” katanya. Selain kepastian berusaha, penurunan daya beli masyarakat sebagai dampak dari penyebaran Covid-19 pun menghantui sektor industri perumahan.

Sementara Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himpera) Harry Endang K mengatakan pelaku usaha perlu mitigasi bersama sehingga beban finansial yang timbul akibat pandemi ini dapat ditanggung bersama oleh pihak terkait di ekosistem perumahan.

Endang mengatakan meski berbagai tantangan tersebut menekan pertumbuhan industri perumahan, namun optimisme sektor perumahan dapat mendongkrak PEN tetap menyala. “Sebab masih banyak peluang dari sektor ini yang mampu memberikan dampak berlipat bagi ekonomi Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko D Heripoerwanto menjelaskan pihaknya telah menggelontorkan berbagai skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi.

Di antaranya Subsidi Selisih Bunga (SSB), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Skema tersebut diberikan untuk mendongkrak industri perumahan subsidi di Tanah Air.

“Kami meyakini langkah strategis tersebut akan mempercepat pemulihan sektor perumahan yang juga akan berpengaruh pada ekonomi nasional,” kata Eko yang menyebut stimulus itu untuk menggarap angka backlog perumahan di Indonesia sekaligus mengakselerasi program PEN.

 

 

sumber ; suaramerdeka.com

foto : istimewa