Bank Cina Indonesia Ubah Strategi Hingga Segmen Konsumen Saat Pandemi

reisultra.com, Kendari – Akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah banyak aktivitas maupun perhitungan bisnis. Di sektor perbankan misalnya, jangkauan konsumen yang disalurkan kredit menjadi berubah yang akhirnya membuat kalangan perbankan menjadi lebih selektif menyalurkan pembiayaan kredit khususnya untuk sektor perumahan.

Salah satu perubahan terjadi untuk segmen pekerja karyawan swasta yang memiliki variable income lebih tinggi dibandingkan fixed salary-nya. Pekerja swasta seperti ini diantaranya dari kalangan pekerja hotel, maskapai penerbangan, maupun sektor jasa lainnya yang penghasilannya juga sangat terdampak akibat pandemi.

Menurut Chandra Bachtiar, Consumer Asset Division Head PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (Bank CCB Indonesia), akibat banyaknya sektor usaha yang terkena dampak pandemi Covid-19, membuat pihak bank lebih selektif hingga merevisi penyaluran pembiayaan KPR maupun KPA-nya.

“Contoh pekerja dengan variable income yang lebih besar dibandingkan fixed salary itu pekerja hotel yang bisa menerima bonus maupun komisi setiap bulan yang justru lebih besar dibandingkan gaji resmi bulanannya. Begitu juga pramugari atau pilot yang menerima variable income dihitung dari jam terbang. Karena dirumahkan akibat wabah Covid-19, variable income ini menjadi hilang, ini yang membuat kami merevisi penyaluran pembiayaan perumahan,” ujarnya.

Penyaluran KPR Bank CCB Indonesia cukup baik dengan realisasi pada tahun 2019 lalu mencapai Rp1,2 triliun atau tumbuh mencapai 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini sebenarnya CCB Indonesia menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR mencapai 10 persen namun karena ada pandemi target itu direvisi.

Bank CCB Indonesia juga masih mencatatkan pertumbuhan penyaluran KPR yang cukup baik. Pada kuartal pertama tahun ini setelah adanya pandemi masih mencatatkan pertumbuhan sebesar tujuh persen. Karena itu berbagai strategi mulai diterapkan termasuk mengubah sasaran segmen bisnis pada masa pandemi ini.

Beberapa strategi lain yang diterapkan yaitu meningkatkan kerja sama dengan kalangan pengembang besar yang branding serta track record portofolio produknya sudah sangat kuat di pasar. Bank CCB Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Ciputra Group Summarecon, hingga asosiasi broker.

Beberapa program maupun promo juga diberlakukan untuk menarik minat pasar. Misalnya dengan suku bunga KPR yang kompetitif sebesar 6,25 persen untuk dua tahun pertama, tenor empat tahun akan bebas pinalti bila KPR dilunasi pada tahun keempat, suku bunga fixed 7,25 persen selama lima tahun dan bebas pinalti jika dilunasi pada tahun ketujuh, serta beberapa promo dan kemudahan lainnya.

“Berbabagi promo, kerja sama dengan pengembang-pengembang besar, dan mengubah sasaran segmen konsumen kami harapkan bisa menjadi strategi yang tepat dan tidak terlalu jauh menggeser revisi target yang telah ditetapkan. Selama pandemi ini kami juga akan lebih memfokuskan pada penyaluran pembiayaan KPR untuk segmen primary market terutama yang proyeknya dikembangkan perusahaan besar,” beber Chandra.

 

 

sumber : rumah.com

Foto :  Ilustrasi