Bank BUMN Ini Targetkan Penerbitan Obligasi Rp1,5 Triliun Untuk Perbesar Pembiayaan KPR

reisultra.com, Kendari – Bank BTN merupakan bank BUMN dengan fokus utama pada pembiayaan perumahan khususnya untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk terus memperluas cakupan kredit pembiayaan perumahan, Bank BTN kembali menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV dengan target mencapai Rp1,5 triliun.

Menurut Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury, penerbitan obligasi ini untuk menjalankan rencana bisnis Bank BTN tahun 2020-2022. “Nantinya dana ini akan digunakan untuk memperkuat perusahaan dalam mengembangkan bisnis pembiayaan perumahan,” ujarnya.

Lebih lanjut menurut Pahala, Bank BTN telah membuka penawaran untuk obligasi ini sejak 10 Juli 2020. Target dari Obligasi Berkelanjutan Tahap IV ini untuk membidik para pemilik atau pengelola dana baik perbankan, manager investasi, maupun dana pensiun. Saat ini juga merupakan momen yang tepat karena tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sejak awal tahun ini dan indikator makro ekonomi yang cukup baik dengan stabilnya inflasi maupun nilai tukar mata uang.

Karena itu kondisi pasar obligasi masih cukup baik dengan antusiasnya pasar yang berminat dalam penerbitan obligasi dari beberapa emiten lain bahkann hingga oversubscribe. Hal tersebut membuat Bank BTN menjadi optimistis untuk bisa meraih target penyerapan yang dipatok Rp1,5 triliun.

Bank BTN sendiri akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV ini dalam sejumlah seri dengan indikasi kupon yang berbeda di setiap serinya. Direktur Finance, Planning, and Treasury Bank BTN Nixon LP Napitupulu menambahkan, obligasi Seri A dengan tenor 370 hari memiliki indikasi kupon sebesar 6,25-7,15 persen, Seri B dengan tenor tiga tahun memiliki indikasi kupon 7,4-8,4 persen, dan Seri C dengan tenor lima tahun menawarkan indikasi  kupon 7,9-8,9 persen.

“Yang kami tawarkan ini lebih menarik jika dibandingkan dengan surat utang negara (SUN) dengan tenor yang sama yaitu 4,79 persen untuk tenor satu tahun, 6,05 persen tenor tiga tahun dan 6,45 persen untuk tenor lima tahun. Tahun 2012-2013 kami sukses meraih pendanaan obligasi sebesar Rp4 triliun, 2015-2016 sebesar Rp6 triliun, 2017-2019 mencapai Rp9,14 triliun. Likuiditas kami juga sangat kuat untuk menopang bisnis perusahaan dengan rasio kecukupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) di atas 125 persen,” bebernya.

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa