Ada Ribuan Perumahan Yang Bisa Dilihat Di Database PPDPP

reisultra.com, Kendari – Lembaga penyalur pembiayaan KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) mengembangkan berbagai aplikasi untuk memudahkan konsumen maupun pengembang. Aplikasi dikembangkan untuk memudahkan antara supply dan demand atau mempertemukan pasar dengan supply perumahan dari kalangan pengembang.

Aplikasi yang dikembangkan untuk hal itu yaitu Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang). Dua aplikasi ini akan memudahkan kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendaftar hingga mencari pilihan rumahnya.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, PPDPP akan terus mengedepankan teknologi informasi (TI) untuk mempermudah berbagai pihak. “Dengan aplikasi ini kami membuat empat pintu untuk akses para stakeholder. Pintu pertama untuk MBR melalui aplikasi SiKasep, kedua untuk pengembang melalui SiKumbang, ketiga perbankan yang melakukan verifikasi dengan sistem host to host, dan keempat kami yang memproses pengajuan data MBR, menyalurkan dana FLPP, dan memonitoring pelaksanaannya,” ujarnya.

Aplikasi ini juga cukup efektif dengan semakin banyaknya kalangan MBR yang mendaftar termasuk kalangan pengembang yang meng-input produknya ke dalam sistem. Hingga tanggal 18 Juni 2020, database PPDPP mencatat 10.408 lokasi proyek perumahan di berbagai wilayah Indonesia.

Dari berbagai lokasi ini, PPDPP telah melakukan pengecekan sebanyak 3.273 lokasi dan 1.367 lokasi masih menunggu pengecekan. Ada 9.547 lokasi yang sudah menjadi data dan terintegrasi dengan SiKasep dengan sebanyak 12.193 unit rumah yang bisa dipilih pencari rumah. Masih ada 4.908 lokasi yang perlu dilakukan pemutakhiran data oleh pengembang.

Beberapa hal yang perlu dilakukann sehingga perlu ada revisi antara lain site plan tidak sesuai, pengesahan site plan tidak sesuai, tanggal terbit izin mendirikan bangunan (IMB) yang tidak sesuai, nomor IMB tidak sesuai, hingga pengesahan IMB yang tidak sesuai. Untuk meminimalisir kesalahan penginputan data, PPDPP juga aktif melakukan pelatihan kepada kalangan pengembang.

“Kami juga aktif melakukan evaluasi dan pelatihan itu. Awal bulan ini hingga nanti akhir bulan kami juga akan melakukan pelatihan untuk memasukan data site plan yang akan diikuti oleh 18 asosiasi pengembang. Seluruh sistem akan terus disempurnakan untuk memudahkan semua pihak terkait program perumahan,” jawab Arief.

 

sumber ; rumah.com

Foto : Istimewa