Suku Bunga BI Turun, Tapi Bunga KPR Bank Masih Tinggi

reisultra.com, Kendari – Komite tersebut bertugas dalam hal percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.

Dalam hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 15-16 Juli 2020, BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) turun 25 bps menjadi 4 persen. Penurunan BI7DRR menjadi 4 persen ini tercatat sebagai rekor suku bunga acuan terendah sepanjang sejarah, bahkan sejak adanya BI7DRR.

Ihwal hal tersebut, Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus menyatakan bahwa stimulus yang diberi pemerintah saat ini masih berupa penurunan suku bunga repo yang menjadi 4 persen.

Namun, Alvin melanjutkan, secara umum masih belum dibarengi penurunan suku bunga oleh para bank yang memberi kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bunga yang rendah juga.

“Dengan masa pandemi ini lumayan banyak pihak perbankan yang terlalu selektif dan memberi persyaratan kepada calon kreditur yang cukup ketat,” tutur Alvin, sebagaimana dikutip dari rumah.com, Selasa, 4 Agustus 2020.

Alvin berpendapat, pihak ban yang terlalu selektif berdampak terhadap konsumen properti yang akhirnya menunda pembelian. Terlebih, kekurangan pasok hunian atau backlog  masih sekitar 11 juta unit atau direncanakan target pemenuhan 1,5 juta unit per tahun masih belum tercapai.

“Oleh karena itu, pemerintah harus tetap memberi stimulus seperti halnya FLPP [fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan] yang lebih besar dan bunga ringan,” ucap Alvin.

Menurut CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, stimulus saat ini relatif masih belum berjalan.

“Meskipun dimungkinkan relaksasi kredit bank, prosesnya pun lama dan sangat ketat,” kata Ali.

Ali mengungkapkan, pihaknya mendorong agar insentif pajak pembelian sebesar 5 persen dan penjualan properti sebesar 2,50 persen dapat dikurangi dalam kondisi ini agar investor dapat lebih ringan dan membuat properti lebih menarik di situasi sekarang.

“Pajak pembelian harusnya bisa 2,50 persen, pajak penjualan 1,50 persen,” tuturnya.

 

sumber : rumah.com

foto : ilustrasi