Sederet Masalah Yang Bikin Pengembang Sulit Kurangi Backlog Di 2020

reisultra.com, Kendari – Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus menuturkan, dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 265 juta jiwa, hunian sebagai kebutuhan dasar masih harus disiapkan dan segera dibangun oleh para pengembang, yang sudah menjadi keharusan.

Backlog yang masih sekitar 11,4 juta unit atas kebutuhan hunian harus secara konsisten diwujudkan oleh para developer dengan harapan adanya bantuan subsidi dari pemerintah secara konsisten seperti FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan),” tutur Alvin, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Rabu, 9 September 2020.

Alvin mengungkapkan, kendala dalam mengurangi backlog ada pada perolehan tanah yang harus murah dan akses serta sarana dan prasarana ke lokasi yang tentunya harus dibangun pemerintah dengan cepat.

“Juga termasuk kemudahaan proses dan suku bunga ringan serta jangka waktu angsuran yang panjang,” kata dia.

Direktur PT Ciputra Development Tbk. Harun Hajadi mengatakan. untuk mengatasi backlog rumah diperlukan kebijakan mendukung, yaitu kemudahan konsumen dalam membeli rumah atau kredit perumahan rakyat (KPR). “Akses kemudahan pembiayaan diperlukan,” ujar Harun.

Menurut Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Realestat Indonesia (REI) bidang Tata Ruang, Pengembangan Kawasan dan Properti Ramah Lingkungan Hari Ganie, anggota REI terus menerus berkontribusi besar dalam mengatasi backlog di Tanah Air.

Namun, agak sulit membangun rumah di daerah. Hari menyebut, ada banyak kendala yang harus dihadapi.

“Perlu relaksasi aturan di daerah. Banyak aturan perbankan dan pemda yang menghambat, misalnya bank main aman dengan hanya memberikan KPR yang sebagian besar ke pekerja formal, ASN, anggota Polri,” ucap Hari.

 

sumber : rumah.com

Foto : anhaf residence