Rumah Subsidi, REI: Sebaiknya Jadi Program Padat Karya Pemerintah

reisultra.com, Kendari – Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengungkapkan kondisi industri properti saat ini semakin terpuruk akibat adanya penyebaran wabah Covid-19.

Terkait rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), DPP REI mengusulkan agar Program Sejuta Rumah (PSR), khususnya rumah subsidi dijadikan sebagai salah satu program padat karya Pemerintah.

Menurut Totok, pemerintah dapat terus memutar roda ekonomi melalui program pembangunan rumah MBR ini karena industri ini bersifat padat karya dan melibatkan 174 industri turunan.

REI berharap agar dana Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk MBR dapat segera dicairkan dan pembiayaan rumah MBR berjalan secara paralel dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Diyakini, dalam waktu 6 bulan ke depan, REI siap memasok 250.000 unit rumah MBR apabila didukung dengan pencairan pembiayaan yang cepat dari pemerintah dan perbankan.

“Masih terkait Program Sejuta Rumah, kami mendorong pemberian kredit perbankan untuk MBR tidak dibatasi segmentasinya,” tegas Totok.

Saat ini perbankan penyalur subsidi sangat selektif untuk memberikan KPR bagi MBR. Pada masa pandemi Covid-19 ini, pihak perbankan sangat selektif dan membatasi konsumen rumah MBR.Totok menegaskan bahwa saat ini KPR subsidi hanya untuk ASN/TNI/Polri/karyawan BUMN dan karyawan swasta yang memiliki penghasilan tetap (fix income).

DPP REI mengharapkan ada kebijakan jelas sehingga karyawan swasta atau pekerja dengan penghasilan tidak tetap (non-fix income) lainnya juga dapat menikmati fasilitas kredit rumah subsidi. Untuk menjaga keamanan kredit dari konsumen non-fix income tersebut, menurut Totok, pengembang siap memberikan buyback guarantee selama 6 – 12 bulan sebagai bentuk tanggungjawab pengembang.

 

 

sumber : propertyinside.id

Foto : Istimewa