PSBB Jilid II, REI & KADIN Kompak Beri Pendapat Agar Bisa Bertahan

reisultra.com, Kendari – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Properti Hendro Gondokusumo menuturkan, pihaknya berharap pemerintah bisa membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Ini agar bisa attract, walaupun harga properti sudah murah, masyarakat masih ragu-ragu untuk membeli properti. Ini perlu stimulus perpajakan,” kata Hendro, sebagaimana dikutip dari Rumah.com, Selasa, 15 September 2020.

Hendro melanjutkan, stimulus perpajakan sangat diperlukan. Pasalnya, sektor properti mengalami penurunan sampai 70 persen sejak PSBB pertama yang dimulai pada 10 April, lalu ada peningkatan sebesar 40 persen saat PSBB transisi.

“Saat ini PSBB lagi dan diperkirakan kembali menurun sampai 30 persenan. Ini diperlukan stimulus,” kata Hendro.

Hendro mengungkapkan, industri properti mampu membangkitkan perekonomian Indonesia. Hal itu dikarenakan ada 175 industri mengikutinya dengan melibatkan 30 juta tenaga kerja.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, pada saat PSBB pertama kali, terjadi penurunan kinerja terjadi hampir di semua sektor, mulai dari perhotelan yang anjlok 90 persen, pusat perbelanjaan merosot 70 persen dan rumah yang turun peminatnya sebesar 50 persen.

“PSBB transisi lalu minat pembeli rumah di bawah Rp1,5 miliar sudah berangsur-angsur menuju ke normal, tetapi dengan adanya PSBB akan turun kembali,” ucap Paulus.

Paulus berharap pemerintah dapat memberikan stimulus perpajakan kepada sektor properti. Selain itu, juga diharapkan adanya relaksasi kredit konstruksi kepada pengembang.

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa