Properti Harus Didorong Untuk Meningkatkan Perekonomian Nasional

reisultra.com, Kendari – Sektor bisnis properti sejak beberapa tahun lalu mengalami situasi pelemahan bisnis yang cukup panjang dan sesungguhnya tren peningkatannya sudah mulai kembali pada periode akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020. Tren yang baik itu akhirnya harus terpukul kembali dengan adanya wabah Covid-19 yang masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020.

Namun pentingnya bisnis properti selain sektor ini terkait langsung dengan 170-an industri turunannya, tidak lantas membuat bisnis ini menjadi terpuruk berkepanjangan. Bahkan pada situasi bisnis yang melemah ditambah dampak dari pandemi Covid-19, sektor properti khususnya perumahan tetap memiliki peran strategis untuk mendorong perekonomian nasional bisa bangkit.

Menurut Presiden Direktur Centre for Banking Crisis Achmad Deni Daruri, kendati sektor bisnis sangat terdampak dengan adanya wabah Covid-19, nilai tambah dari sektor perumahan bisa mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional. Satu persen saja sektor perumahan tumbuh, dampaknya kepada pertumbuhan PDB secara kumulatif bisa mencapai 9,53 persen untuk beberapa tahun ke depan.

“Karena itu, sektor properti ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya bisa didorong dengan terus memperbanyak suplai rumah-rumah baru dengan berbagai kekhususan terkait situasi krisis. Misalnya dari sisi penawaran harus efektif dan diefisienkan,” ujarnya.

Efektif dan efisien dari pola bisnis maupun marketing diarahkan supaya skala ekonomis maupun skala scope dari bank-bank yang menyalurkan pembiayaan perumahan. Saat ini di pasaran yang paling berpengalaman dan fokus untuk pembiayaan perumahan adalah Bank BTN, baik untuk penyaluran KPR subsidi maupun non subsidi (komersial).

Menurut Deni, Bank BTN dengan fokusnya melayani pembiayaann perumahan khususnya untuk segmen menengah ke bawah, telah berhasil menerapkan skala keekonomisan terkait memberikan pelayanan pada sektor perumahan. Dalam konteks economy of scope, Bank BTN lebih unggul dibandingkan bank-bank lain untuk pembiayaan perumahan.

Dengan skala economy of scope yang lebih efisien, setiap pembiayaan perumahan yang disalurkan kepada masyarakat bisa lebih murah dibandingkan hal yang sama yang dilakukan oleh bank lain. Bukan hanya menyalurkan pembiayaan perumahan, Bank BTN juga memiliki spesialisasi dalam menyalurkan pembiayaan pembangunan perumahan (kredit konstruksi) untuk kalangan pengembang.

“Karena itu menurut saya mestinya semua anggaran KPR bersubsidi dari pemerintah itu biar Bank BTN yang mendistribusikan karena bank ini sudah memiliki infrastruktur yang lengkap untuk itu. Dengan tercapai standar keekonomian yang rendah maka biaya per unit rumah yang dibeli masyarakat juga bisa lebih murah dan multiple effect dari terus berkembangnya sektor ini akan mendorong peningkatan eknomi nasional,” imbuhnya.

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa