Program Perumahan Tahun 2021 Rp7,48 Triliun, Untuk Apa Saja?

reisultra.com, Kendari – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan pagu indikatif sebesar Rp7,48 triliun untuk program perumahan pada tahun 2021 mendatang. Besarnya anggaran ini dialokasikan khusus untuk Ditjen Perumahan Kementerian PUPR dan dimaksimalkan untuk mengerjakan berbagai program perumahan dari seluruh anggaran Kementerian PUPR yang sebesar Rp115,58 triliun.

Anggaran perumahan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun (Rusun), rumah khusus (Rusus), bantuan rumah swadaya atau program bedah rumah, pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), dan sebagainya. Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, seluruh pelaksanaan program perumahan diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Fokus pembangunan di sektor perumahan saat ini untuk menjadi stimulan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial di masyarakat. Fokus pembangunan harus sesuai dengan rencana kerja pemerintah seperti pemulihan sektor industri, pariwisata, dan investasi sesuai dengan tugas kementerian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khalawi merinci beberapa target prioritas pembangunan perumahan yang akan dilaksanakan oleh Ditjen Perumahan Kementerian PUPR tahun depan.  Diantaranya, pembangunan Rusun sebanyak 7.724 unit dengan alokasi anggaran senilai Rp3,51 triliun di beberapa lokasi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

Kemudian pembangunan rumah swadaya melalui program bedah rumah dengan anggaran Rp2,51 triliun. Jumlah rumah tidak layak huni yang akan ditingkatkan kualitasnya mencapai 111.200 unit rumah yang tersebar di 33 provinsi. Pembangunan Rusus akan dikerjakan untuk sebanyak 2.640 unit dengan anggaran Rp61 miliar di Kabupaten Banjar Baru, Morowali, dan Konawe Selatan.

Selanjutanya pembangunan rumah umum dan komersial melalui pembangunan PSU dengan anggaran Rp41 miliar. Sisa anggaran lain akan digunakan untuk pembinaan, pengaturan, pengawasan, hingga dukungan manajemen untuk memperkuat program kerja perumahan yang telah digariskan.

Guna melaksanakan pembangunan infrastruktur dan perumahan tersebut, Kementerian PUPR juga melakukan redesain penyederhanaan program. Hal ini antara lain untuk memperkuat dukungan manajemen, pendidikan dan pelatihan vokasi, infrastruktur konektivitas, ketahanan sumber daya air, serta perumahan dan kawasan permukiman agar pembangunan infrastruktur dan perumahan dapat berjalan dengan baik di lapangan.

“Jadi berbagai program perumahan khususnya di daerah-daerah dan yang terkait dengan program pembangunan sejuta rumah akan terus didorong. Termasuk sinkronisasi dengan ditjen kementerian yang lain seperti Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air, Bina Konstruksi, Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan, dan lainnya,” kata Khalawi.

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa