Program Padat Karya Untuk Perumahan Hingga Sanitasi, Sukses Capai Target 100 Persen

reisultra.com, Kendari – Untuk mendorong berbagai pogram peningkatan ekonomi yang melemah karena pandemi Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan program padat karya tunai (PKT) atau cash for work. Untuk tahun anggaran 2020, program ini telah berhasil menyerap target tenaga kerja mencapai 638.990 orang.

Program cash for work ini mencakup pembangunan infrastruktur kerakyatan untuk mendukung produktivitas masyarakat di berbagai pelosok khususnya yang perekonomiannya terdampak pandemi. Karena itu berbagai pekerjaan yang dilakukan memiliki skala kecil seperti peningkatan irigasi kecil pedesaan, perbaikan jalan lingkungan, perumahan subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum, hingga sanitasi.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, program PKT ini memang ditujukan untuk dikerjakan oleh masyarakat maupun warga setempat sebanyak-banyaknya sebagai pelaku pembangunan khususnya untuk pekerjaan berskala kecil dan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

“Tujuan program ini untuk mempertahankan daya beli masyarakat di pelosok-pelosok pedesaan atau dengan kata lain program ini untuk mendistribusikan uang pembangunan ke desa-desa. Jadi melalui program ini bisa mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat khususnya saat situasi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2020 ini Kementerian PUPR meluncurkan 16 program padat karya dan hingga tanggal 21 Desember 2020 program ini telah terlaksana mencapai 98,86 persen atau sebanyak 631.723 orang. Sebanyak 13 program juga telah selesai atau telah terlaksana hingga 100 persen.

Program cash for work yang telah tecapai 100 persen antara lain di bidang Sumber Daya Air (SDA). Proyeknya antara lain percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) yang menyerap 200 ribu tenaga kerja yang tersebar di 10 ribu lokasi. Pekerjaan operasi dan pemeliharaan air tanah dan air baku sebanyak 2.449 orang, operasi dan pemeliharaan irigasi dan rawa sebanyak 17.090 orang, operasi dan pemeliharaan sungai dan pantai sebanyak 13.131 orang, dan tugas pembantu operasi dan perawatan irigasi dan rawa sebanyak 13.247 orang.

Di bidang infrastruktur jalan dan jembatan melalui pekerjaan revitalisasi drainase di 34 provinsi telah menyerap 42.215 pekerja. Beberapa pekerjaannya antara lain pembersihan saluran, jembatan, patok, dan rambu serta pengecatan sederhana median jembatan dan pengendalian rumput pada bahu jalan.

Serapan 100 persen juga dicapai untuk seluruh program cash for work yang dilaksanakan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Diantaranya program infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) sebanyak 15 ribu tenaga kerja, penataan kota tanpa kumuh (Kotaku) sebanyak 12.979 orang. Kemudian tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) yang melibatkan sebanyak 2.100 orang. Juga sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) sebanyak 15.705 orang.

“Di bidang perumahan program yang dikerjakan melalui program peningkatan kualitas rumah swadaya dan pembangunan baru rumah swadaya yang juga telah mencapai target 100 persen. Sebanyak 225.919 tenaga kerja telah dilibatkan untuk bidang perumahan yang menangani lebih dari 228 ribu unit rumah tidak layak huni. Program ini juga telah menumbuhkan keswadayaan penerima bantuan untuk terus menata dan menjaga lingkungannya,” beber Basuki.

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa