Peserta Tapera Bisa Pantau Uangnya Setiap Saat

reisultra.com, Kendari – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan memastikan pengelolaan dana Tapera dilakukan dengan baik. Dana Tapera sendiri berasal dari potongan gaji setiap pekerja di Indonesia yang jumlahnya mencapai 3 persen, 2,5 persen dipotong dari  pekerja dan 0,5 persen dari pemberi kerja (perusahaan).

BP Tapera akan bekerja dengan memupuk, mengembangkan, dan untuk porsi cadangan dengan bantuan manager investasi dan bank kustodioan. Menurut Deputi Komisioner Bidang Pemanfataan Dana BP Tapera Ariev Baginda Siregar, nantinya para peserta juga bisa memantau dananya secara real time.

“BP Tapera akan mengelola dana peserta dengan sangat transparan. Peserta dari kalangan pekerja bisa melihat dan memantau seluruh kelolaan dana di situs resmi Tapera maupun di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) karena dana kelolaan Tapera ini didaftarkan di pasar modal sehingga terdaftar juga di KSEI,” ujarnya.

Dana Tapera akan digunakan untuk pembiayaan perumahan para anggotanya dengan sistem prioritas yang paling mendesak membutuhkan rumah. Untuk anggota lain yang sudah memiliki rumah akan menjadikan dana Taperanya sebagai uang pensiun yang bisa diambil saat nanti purna tugas plus dana pengembangannya.

Dana peserta akan dikelola untuk pemupukan, pemanfataan, dan cadangan. Peserta akan mendapatkan pengembalian sebagai dana pensiun nantinya melalui pengelolaan dana pemupukan ini yang diinvestasikan melalui mekanisme kontrak investasi kolektif (KIK) yang polanya tidak berbeda dengan investasi reksadana.

Pengelolaan dana Tapera ini juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh dana yang masuk dari Tapera seluruhnya masuk ke bank kustodian. BP Tapera sendiri tidak akan bisa menyentuh dana peserta ini dan pengelolaannya juga dipercayakan kepada manajer investasi yang cara kerjanya akan diatur oleh Tapera sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

“Jadi dana peserta itu diinvestasikan namanya kontrak investasi dana Tapera. Setiap peserta yang menyetor akan mendapatkan investor account dan nilai aktiva bersih (NAB) yang nanti unit penyertaannya semakin lama terus bertambah karena setorannya juga bertambah. Semuanya bisa dipantau secara online dan real time, dan diawasi ketat oleh OJK,” jelasnya.

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa