Peran Sikumbang & Sikasep Mudahkan Masyarakat Mengakses Perumahan

Lembaga penyalur KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) telah mengembangkan aplikasi  Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) yang resmi digunakan sejak awal tahun ini. Aplikasi ini menjadi platform bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mencari rumah dengan pembiayaan yang disubsidi oleh pemerintah.

Hingga pekan awal bulan Oktober 2020, jumlah masyarakat yang mendaftar SiKasep telah mencapai 232.992 orang. Diantaranya ada 96.081 yang lolos subsidi checking dan 9.331 dalam proses verifikasi oleh bank pelaksana. Sepanjang tahun ini sudah ada 94.006 orang yang telah memperoleh bantuan pembiayaan melalui program FLPP.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, realisasi penyaluran FLPP tahun 2020 ini telah mencapai Rp9,6 triliun yang didistribusikan untuk 94.006 rumah bagi kalangan MBR. Angka ini artinya telah mencapai 91,71 persen dari target penyaluran yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp11 triliun.

Tingginya minat masyarakat dalam menggunakan aplikasi SiKasep, menurut Arief telah menunjukan bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masa pandemi yang diberlakukan pemerintah tidak menghambat masyarakat mengakses hunian. Di sisi lain, PSBB juga tidak menghambat pemerintah menjalankan program perumahannya khususnya melalui aplikasi SiKasep ini.

Kendati SiKasep merupakan aplikasi sederhana yang bisa diunduh gratis melalui platform Google Playstore, rangkaian sistem yang dibangun PPDPP dalam aplikasi tersebut cukup kompleks dan memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan untuk menjembatani ketersediaan hunian (suplai) terhadap kebutuhan hunian (demand) dari masyarakat.

Rangkaian sistem SiKasep juga telah membangun sebuah big data hunian dan telah mengkolaborasikan berbagai pihak mulai Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dalam melakukan verifikasi kependudukan, Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara untuk memastikan keamanan transaksi data dengan pihak perbankan, bank pelaksana, dan developer. Ini semua membuat rangkaian sistem perumahan hingga sistem tol data perumahan yang membangun sinergitas sangat baik.

Saat ini ada 42 bank yang terdiri dari bank umum nasional dan bank pemerintah daerah yang telah menyalurkan KPR FLPP kepada masyarakat. Melalui aplikasi lain yaitu Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), PPDPP juga telah menampung 20 asosiasi perumahan nasional yang telah mendaftarkan produk perumahannya dan saat ini jumlah perumahan yang telah terdaftar mencapai 11.692 lokasi.

PPDPP juga telah mensinergikan program bantuan perumahan lain yaitu program subsidi selisih bunga (SSB) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) ke dalam management control PPDPP. Hal ini untuk memastikan bahwa data yang dimiliki oleh pemerintah merupakan data terpadu yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan pemerintah di sektor perumahan.

“Dari aplikasi ini ada begitu banyak hal yang bisa didapatkan dan itu menjadikan kami memiliki big data perumahan yang akan terus bertambah. Kami  juga akan segera merilis sistem baru yaitu Sistem Pemantauan Infrastruktur (SiPetruk) untuk memastikan kualitas rumah yang dibangun para pengembang yang terdaftar di  SiKumbang. Jadi kami tidak sekadar menyalurkan dana tapi juga memastikan produk yang diterima masyarakat sudah terjamin kualitasnya,” beber Arief.