Pengusaha Properti Sangat Harapkan Bank Lakukan Hal Ini

reisultra.com, Kendari – Pengamat bisnis properti Ali Tranghanda menuturkan, langkah BI itu tak diikuti oleh penurunan suku bunga acuan kredit (SBAK) oleh perbankan.

Ali mengungkapkan, SBAK di sejumlah bank BUMN untuk kredit pemilikan rumah (KPR) masih cukup tinggi. Sebut saja Bank BTN yang masih mematok bunga 10,5 persen, BRI 9,9 persen, Bank Mandiri 10,20, dan BNI 10,20 persen.

CEO Indonesia Property Watch itu beranggapan, penurunan suku bunga akan memberikan harapan bagi pengusaha properti untuk mengurangi beban bunga selama ini. Sama halnya dengan harapan masyarakat untuk dapat menikmati bunga KPR lebih rendah lagi sehingga daya beli terjaga.

Menurut Ali, penurunan BI 7-Day Repo Rate sebagai acuan hampir tidak ada manfaatnya. Pasalnya, bunga KPR perbankan masih bertengger cukup tinggi dean belum juga terlihat adanya penurunan yang signifikan.

“Harusnya perbankan bisa lebih mengedepankan kewajaran dengan juga ikut menurunkan suku bunga mereka. Karena selama ini menurunnya BI 7-Day Reverse Repo Rate tidak selalu diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan,” ujar Ali pada sebagaimana dikutip dari rumah.com, Kamis, 27 Agustus 2020.

Ihwal banyaknya pihak perbankan yang memberikan alasan bahwa cost of fund yang masih tinggi dan risiko yang juga tinggi sehingga bunga belum turun, Ali beranggapan, tanpa adanya keringanan dalam kondisi saat ini malah risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) justru semakin tinggi.

“Bila tidak ada penurunan suku bunga oleh perbankan, justru risiko NPL akan semakin tinggi menyusul menurunnya daya cicil dari konsumen dan pelaku bisnis. Artinya pihak perbankan harus dapat membantu kondisi konsumen dan pelaku bisnis dengan mengurangi beban dari bunga,” kata Ali menegaskan.

Sebagai informasi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta perbankan untuk mewaspadai kinerja NPL per Juni 2020 mencapai 3,11 persen atau naik dibandingkan Mei 2020 yang 3,01 persen, tertinggi ada di kelompok bank skala kecil dan menengah.

Oleh karena itu, Ali berharap perbankan segera menurunkan suku bunganya, jangan sampai momentumnya hilang dan malah pasar terlambat untuk dapat merespons dengan baik.

 

 

sumber : rumah.com

foto ; dewi bunga land