Pengembang Disarankan Buka Lahan Pertanian Sembari Menunggu Pandemi Usai

reisultra.com, Kendari – Untuk mencegah defisit pangan ini, pemerintah harus mengambil tindakan jangka pendek. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan kosong, lahan candangan, hingga lahan perusahaan properti yang tidak terpakai sebagai lahan pertanian.

Wakil Ketua Umum Kadin Suryani SF Motik menyatakan aset tanah properti milik swasta yang belum digarap dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Hal ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan selama masa pandemi covid-19.

Menurutnya, pemulihan ekonomi dari pandemi covid-19 akan lebih lama dari yang diprediksi. Bahkan Suryani meyakini hingga bulan Desember, kondisi ini masih belum akan memulih. Untuk itu, kebijakan strategis jangka pendek perlu dilakukan, terutama di sektor pertanian demi mengantisipasi kelangkaan keperluan bahan pokok.

“Oleh karena itu, saya berpikir mengapa tidak kita gunakan waktu dan kesempatan yang ada untuk menanam tanaman pangan, seperti sayuran, cabai, dan segala macam,” kata Suryani.

Ia menerangkan bahwa peningkatan produksi pangan ini akan lebih efektif jika diiringi dengan penambahan lahan pertanian di samping pemanfaatan teknologi dan benih unggul.

“Untuk mengimbangi proses penanaman, dibutuhkan penambahan lahan pertanian. Nah, kita bisa pakai tanah nganggur dari perusahaan properti, yang belum dipakai, kan banyak tuh,” ujarnya.

Suryani menambahkan tiap negara akan mempertahan produksi dan serapan pangannya selama menghadapi wabah pandemi covid-19 ini, tidak hanya Indonesia. Karenanya, pemerintah dapat memperkuat kemandirian pangan dengan memanfaatkan tanah menganggur.

Sementara itu, hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika. Dewi menyatakan untuk keperluan jangka pendek, diperlukan dorongan untuk gerakan pertanian di perkotaan atau urban farming secara luas bagi masyarakat miskin kota.

“Pemerintah perlu memaksimalkan lahan kosong, tanah cadangan, dan lahan perusahaan di kota untuk dijadikan sebagai lahan pertanian dengan melibatkan peran aktif masyarakat,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (6/5/2020).

Tidak hanya pemanfaatan lahan, Dewi juga berharap agar pemerintah dapat mendukung penuh pemanfaatan benih lokal, pupuk, dan teknologi pertanian. Kemudian, asistensi para ahli dan lulusan fakultas pertanian bagi petani, peladang, peternak, buruh tani, buruh kebun, buruh korban PHK massal pabrik-pabrik, dan masyarakat miskin kota. Dengan demikian, negara dan pemerintah pun dapat mengatasi defisit pangan.

 

 

sumber : rumah.com

fot : istimewa