Ngebutnya Penyaluran KPR Subsidi Saat Pemberlakuan PSBB

reisultra.com, Kendari – Peningkatan kasus terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) membuat pemerintah di berbagai daerah kembali mengetatkan aktivitas masyarakat dengan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dimulai 14 September hingga dua pekan ke depan. Jakarta, merupakan salah satu wilayah yang kembali menerapkan kebijakan PSBB ketat dan imbasnya menjadi lebih besar karena Jakarta merupakan pusat bisnis dan perekonomian selain tolok ukur nasional.

Lembaga penyalur KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengembangkan berbagai aplikasi dan pengembangan teknologi jauh sebelum adanya pandemi. Hal ini akhirnya bisa memudahkan pekerja di lingkungan PPDPP maupun masyarakat dan semua pihak yang berkaitan dengan lembaga ini.

Dengan menerapkan layanan berbasis teknologi informasi, proses bisnis yang dilakukan antara PPDPP, bank pelaksana, pengembang, maupun masyaraakt terkait layanan penyaluran FLPP tetap bisa dilakukan dengan menerapkan work from home (WFH). PPDPP telah membangun rangkaian sistem dengan konsep big data hunia secara online melalui aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, dengan dua aplikasi ini PPDPP bisa menyajikan peta supply (ketersediaan) dan demand (kebutuhan) hunian. Keseluruhan penerapan proses bisnisnya dari hulu ke hilir telah bisa dilakukan 100 persen secara online sehingga tidak menjadi kendala saat terjadi pembatasan akibat pandemi.

“Situasi PSBB justru meningkatkan minat masyarakat yang mengakses SiKasep. Per hari ini, calon debitur yang mengakses aplikasi ini justru meningkat dibandingkan dua hari sebelumnya dari 724 calon debitur menjadi 1.141 calon. Sepanjang September ini yang mengakses telah mencapai 20.119 calon debitur,” ujarnya.

Realisasi penyaluran FLPP sepanjang masa pandemi ini juga tidak mengalami kendala berarti. Per 14 September, PPDPP mampu menyalurkan dana FLPP sebesar 88.410 unit atau setara Rp9 triliun sehingga total penyaluran PPDPP dari periode 2010 hingga 2020 telah mencapai 744.012 unit senilai Rp53,37 triliun. Tahun depan PPDPP ditargetkan bisa menyalurkan sebanyak 157.500 unit dengan anggaran Rp16,62 triliun.

PPDPP juga terus mengembangkan aplikasi teknologinya untuk semakin memudahkan semua kalangan terkait program KPR bersubsidi. Baru-baru ini PPDPP mengembangkan aplikasi SiKasep dalam bentuk desktop yang akan digunakan oleh bank pelaksana dengan fitur customer service.

Dengan fitur ini masyarakat bisa menerima layanan dari bank pelaksana secara langsung terkait pengisian aplikasi SiKasep. Hal ini bertujuan untuk mendukung kemudahan dan efektivitas transaksi permohonan dana subsidi dari masyarakat yang telah mendaftar kepada bank pelaksana.

PPDPP juga memberikan dukungan akses host to host ke bank pelaksana dalam aplikasi SiKumbang. Dengan begitu ketersediaan produk hunian dari para pengembang bisa dilihat dan dipantau juga oleh bank pelaksana sehingga bank pelaksana bisa melihat sisi supply dan demand dan membuka peluang bank untuk perencanaan bisnis KPR bersubsidinya.

“Akhirnya sistem maupun aplikasi yang kami bangun ini merupakan meeting point antara pemerintah, bank pelaksana, maupun pengembang. Menjadi tanggung jawab kita bersama dalam melayani masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk bisa mengakses rumah pertamanya,”ungkap Arief.

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa