Ini Sebaran Lokasi Perumahan Subsidi

reisultra.com, Kendari – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meng-input data perumahan bersubsidi di berbagai daerah. Data perumahan ini berasal dari penerapan aplikasi teknologi Sistem Informasi KPR Bersubsidi (SiKumbang) maupun Sistem Informasi untuk Pengembang (SiKumbang).

Berbagai data kebutuhan hingga suplai perumahan saat ini terus bertambah khususnya data suplai rumah dari 20 asosiasi perusahaan pengembang yang terdaftar di Kementerian PUPR. Hingga saat ini ada list 117.302 unit rumah tapak bersubsidi yang tersedia dalam sistem aplikasi PPDPP dan sebanyak 141.700 unit telah terjual dengan lokasi tersebar di 11.091 lokasi terdaftar.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, pihaknya terus meminta kalangan pengembang untuk secara aktif meng-input produknya melalui aplikasi SiKumbang sehingga akan memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memilih produk perumahan yang diinginkannya melalui SiKasep.

“Data-data yang masuk ini menjadi big data perumahan yang menggambarkan sisi permintaan perumahan dengan suplai yang dibangun oleh pengembang. Dengan data-data yang terus bertambah ini juga akan bisa menjadi dasar kebijakan untuk pemerintah mengeluarkan berbagai regulasi maupun program perumahan,” ujarnya.

Melalui dashboard management control SiKumbang misalnya, bisa memperlihatkan sebaran perumahan di berbagai provinsi. Misalnya di Sumatera Selatan, di wilayah ini ada 13.791 unit rumah bersubsidi sementara permintaan masyarakat hanya sekitar 4.499 unit. Artinya ada kelebihan pasok perumahan di wilayah ini.

Kemudian di Provinsi Jambi dengan suplai rumah bersubsidi mencapai 7.717 unit sementara permintaannya hanya 1.875 unit. Di Jawa Timur, pasokan rumah bersubsidi mencapai 12.507 unit dan permintaannya hanya 6.330 unit. Kelebihan pasokan juga terjadi di Riau yang mencapai 5.830 unit sementara kebutuhannya 3.503 unit.

Sementara itu di wilayah lain terjadi kekurangan pasok seperti di Jawa Barat. Di wilayah padat penduduk ini suplai rumah 22.586 unit sementara permintaannya mencapai 30.411 unit. Hal yang sama terjadi di Provinsi Banten dengan permintaan mencapai 8.968 unit sementara pasokannya hanya 6.364 unit. Begitu juga di Sulawesi Selatan dari kebutuhan 5.567 unit pasokannnya hanya 4.428 unit.

Data-data seperti ini akan terus masuk ke dalam sistem PPDPP dengan pengembang terus memasukan unit produksi rumahnya dan masyarakat yang mencari hunian. Melalui aplikasi SiKumbang juga bisa tergambar peta hunian yang tesedia dan disajikan dalam ilustrasi peta berwarna untuk perumahan yang sedang dibangun, sudah terjual, maupun yang sudah terhuni.

Di sisi pemerintah, data-data ini bisa menjadi informasi untuk melaksanakan prioritas program kerja maupun menyalurkan bantuan untuk kebutuhan listrik, prasarana, sarana umum, dan sebagainya. Data ini juga bisa disinergikan untuk manajemen kuota KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi bank penyalur.

“Melalui rangkaian sistem ini pemerintah bisa merancang manajemen kuota bantuan pembiayaan peerumahan dengan lebih akurat. Masyarakat juga dimudahkan melihat suplai rumah, pengembang dalam memasarkan produknya, maupun perbankan bisa melihat di mana pasar yang paling banyak membutuhkan pembiayaan perumahan,” beber Arief.

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa