Hitung-Hitungan Tapera Untuk Bonus Demografi Tahun 2025

reisultra.com, Kendari – Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan mayoritasnya dari kalangan muda karena itu disebut negara ini akan mengalami bonus demografi. Periode puncak situasi bonus demografi di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025 mendatang dengan rasio ketergantungan penduduk berada di titik terendah yaitu 44,2.

Menurut Adi Setianto, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), poin 44,2 ini artinya setiap 100 orang penduduk yang bekerja menanggung 44 orang yang tidak bekerja dan situasi ini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang harus bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Situasi ini akan menciptakan besarnya pembeli perumahan yang sangat potensial. Makanya kami di BP Tapera akan membuka kesempatan seluas-luasnya untuk siapa saja yang ingin menjadi peserta Tapera dan mendapatkan manfaat dari kepersertaannya karena ini akan mendorong permintaan yang semakin besar,” ujarnya.

Untuk sektor perumahan, bonus demografi ini akan menyediakan potential buyer dan untuk itu dibutuhkan kontribusi BP Tapera yang lebih besar sebagai salah satu penggerak pertumbuhan sektor sekunder. Pertumbuhan sektor sekunder sendiri akan membuka lapangan usaha dan menyerap tenaga kerja yang besar sehingga akan mendorong investasi.

“Karena itu kita harus bersiap-siap mulai hari ini karena untuk potensi bonus demografi ini akan terus berlanjut hingga tahun 2030 mendatang. Ini juga memunculkan potensi yang sangat besar untuk pengembang dan perbankan jadi bonus demografi ini harus bisa kita maksimalkan,” imbuhnya.

Menurut Analis Kebijakann Ahli Madya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Muktiani Asrie Suryaningrum, Indonesia sebetulnya telah menikmati bonus demografi sejak tahun ini. Perhitungannya, setiap dua orang usia produktif menangani kurang dari satu orang usia non produktif.

“Dari jumlah untuk segmen usia produktif tersebut sekitar 25 persennya didominasi oleh usia 14-24 tahun. Jadi ada porsi usia produktif yang cukup besar di Indonesia dan ini menjadi peluang bagi industri perumahan karena ada banyak kalangan seperti keluarga maupun rumah tangga baru yang membutuhkan perumahan,” katanya.

 

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa