Di Tengah Pandemi, PPDPP Telah Salurkan Lebih Separuh Anggaran KPR Subsidi

reisultra.com, Kendari – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyalurkan lebih dari separuh dana KPR subsidi untuk kuota penyaluran pada tahun ini. PPDPP merupakan lembaga penyalur KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, total dana FLPP yang telah disalurkan kepada masyarakat mencapai 52.284 unit untuk periode Januari hingga 20 Mei 2020. “Angka ini mencerminkan porsi penyaluran mencapai 51,01 persen dari target yang ditetapkan pada tahun ini dengan anggaran Rp11 triliun untuk membiayai sebanyak 102.500 unit rumah. Total PPDPP telah menyalurkan KPR subsidi mencapai Rp49,64 triliun untuk 707.886 unit rumah sejak tahun 2010 lalu,” ujarnya.

Adapun bank pelaksana yang menyalurkan KPR FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), juaranya tetap Bank BTN dengan penyaluran sebanyak 30.939 unit. Kemudian disusul oleh Bank BNI sebanyak 5.739 unit, Bank BTN Syariah 3.089 unit, Bank BRI Syariah 2.530 unit, Bank BJB 1.576 unit, dan Bank Artha Graha 921 unit. Saat ini FLPP disalurkan oleh 41 bank pelaksana yang terdiri dari lima bank BUMN, dua bank nasional syariah, tiga bank swasta nasional, dan 31 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Terkait berbagai kendala yang terjadi akibat pandemi Covid-19 dan pemberlakukan work from home (WFH), Arief menyebut penyaluran dana FLPP tidak mengalami hambatan berarti. Bahkan tanggal 19 Maret 2020 proses pencairan bisa dilakukan lebih cepat dari sebelumnya tiga hari kerja bisa dilakukan satu hari bahkan dalam hitungan jam.

Dari sisi verifikasi data tagihan dana FLPP yang masuk dari bank pelaksana, untuk periode Januari hingga Mei 2010 rata-rata mencapai 471 unit per hari senilai Rp48 miliar. Verifikasi tertinggi yang pernah tercatat mencapai 2.475 unit dalam satu hari pada tanggal 17 Appril 2020.

Sementara data dari aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep), hingga 20 Mei 2020 ada 180.123 calon debitur yang mengakses aplikasi ini. Sebanyak 28.599 calon debitur masih proses untuk subsidi checking, 664 telah dinyatakan lolos subsidi checking, dan 51.177 calon debitur dalam proses verifikasi bank pelaksana.

“Sejalan dengan penerapan WFH di kantor PPDPP kami masih bisa mempertahankan produktivitas kerja dan penyaluran dana FLPP bisa tetap berjalan dengan baik. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait langkah new normal terhadap wabah Covid-19. Setelah WFH kami akan menerapkan flexy work setelah nanti wabah ini berakhir dengan hanya 50 persen yang masuk kantor dan 50 persen WFH karena terbukti bisa menekan biaya operasional,” imbuh Arief.

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa