Berapa Subsidi Yang Diterima MBR Dari Program FLPP?

reisultra.com, Kendari – Mantan Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus pernah mengungkapkan, program subsidi perumahan untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) merupakan subsidi terbesar yang diberikan negara kepada rakyatnya.

Subsidi perumahan melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), MBR diberikan bunga khusus sebesar 5 persen sepanjang tenor kreditnya yang bisa mencapai 20 tahun. Artinya kalau bunga pasar mencapai 12 persen, ada subsidi 7 persen yang diberikan negara setiap bulannya. Belum pembebasan PPN dan biaya-biaya lain untuk rumah yang dibelinya.

Hitungan kasar, subsidi bunga yang diberikan setiap bulan supaya MBR menikmati bunga khusus 5 persen mencapai Rp250 ribu per bulan. Dalam satu tahun menjadi Rp3 juta dan dalam 20 tahun menjadi Rp60 juta. Belum pembebasan PPN dan biaya-biaya lain sehingga total subsidi yang didapatkan MBR bisa mencapai lebih dari Rp77 juta.

Besarnya subsidi yang diberikan negara untuk program perumahan ini dibenarkan oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto. Menurutnya, tidak ada program subsidi lain yang diberikan secara langsung dengan besaran program untuk subsidi perumahan ini.

“Jadi program subsidi untuk perumahan itu memang yang paling besar yang dinikmati oleh masyarakat. Tapi dengan anggaran APBN yang terbatas, hanya sedikit yang bisa mendapatkan program ini sehingga kebutuhan perumahan maupun backlog itu tidak akan pernah terkejar, makanya kita perlu kreatif dengan anggaran yang terbatas tapi dampaknya bisa besar,” ujarnya.

Karena itulah diperlukan lembaga lain seperti PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang akan mengembangkan pasar pembiayaan perumahan melalui pasar modal sehingga bisa didapatkan dana yang sifatnya lebih jangka panjang untuk disalurkan kembali guna pembiayaan perumahan.

Begitu juga program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang mengutip iuran 3 persen setiap bulan dari seluruh pekerja di Indonesia. Dana iuran yang sifatnya gotong royong ini akan disalurkan kembali kepada anggotanya untuk pembiayaan perumahan khusus rumah pertama. Bagi yang sudah punya rumah bisa menjadi dana pensiun ataupun untuk renovasi.

“Berbagai program maupun pola subsidi terus kita cari dan kembangkan karena untuk akses ke pembiayaan perumahan ini memang berat. Umumnya masyarakat itu harus betul-betul menabung dan berhemat supaya bisa mewujudkan huniannya, makanya ini butuh dukungan semua pihak,” imbuhnya.

 

 

sumber : rumah.com

foto : istimewa