Begini Teknis Potongan Iuran Tapera, Perlu Tau

reisultra.com, Kendari – Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2020 sebagai aturan teknis dari Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Program ini juga merupakan amanat dari UU Perumahan dan Permukiman No. 1 Tahun 2011. Tapera bekerja dengan azas gotong royong yang akan memotong tiga persen dari gaji seluruh pekerja di Indonesia yang akan dikelola, dipupuk, dan digunakan untuk pembiayaan perumahan pesertanya.

Tapera akan dikelola oleh Badan Pengelola (BP) Tapera dan untuk tahap awal ini  akan diprioritaskan untuk kalangan aparatur sipil negara (ASN), selanjutnya karyawan BUMN, BUMD, BUMDes, TNI-Polri, dan pekerja swasta. Potongan yang diberlakukan rinciannya, 2,5 persen dari pekerja dan 0,5 persen dari pemberi kerja (perusahaan).

Menurut Deputi Komisioner bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Ariev Baginda Siregar, iuran yang akan ditarik untuk pekerja BUMN, BUMD, TNI-Polri paling lambat pada tahun 2027 mendatang. Dana penarikan untuk kalangan ASN berasal dari Kementerian Keuangan lewat mekanisme APBN sementara untuk perusahaan BUMN dan swasta akan ditarik langsung dari perusahaan.

“Perhitungannya begini,misalnya gaji karyawan sebesar Rp5 juta per bulan, iuran Tapera tiga persen artinya Rp150 ribu. Itu Rp125 ribu dibayar pekerja dan Rp25 ribu dibayar oleh perusahaan. Kalau pekerja mandiri atau informal maka dibayarkan sendiri sebesar tiga persen. Pekerja informal ini seperti Youtuber, artis, hingga pekerja lepas lain seperti tukang bakso dan lainnya itu harus bayar full tiga persen karena mereka pekerja mandiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, dana Tapera akan dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan bagi peserta minimal yang sudah menjadi anggota selama setahun dan beberapa kriteria lainnya. Selain pembiayaan perumahan, dana Tapera juga bisa digunakan untuk pembangunan maupun renovasi rumah.

Sejumlah kriteria yang harus dipenuhi anggota yang ingin memanfaatkan dana Tapera, untuk pembiayaan perumahan hanya bisa untuk rumah pertama. Untuk peserta yang sudah memiliki rumah bisa memanfaatkan dananya untuk renovasi atau sebagai dana tabungan maupun pension. Dana bisa diambil plus pemupukan dananya saat kepersertaannya berakhir.

“Pemanfaatan dana Tapera untuk pembiayaan perumahan maupun renovai akan dilaksanakan dengan urutan berdasarkan kriteria lamanya masa kepersertaan, tingkat kelancaran membayar simpanan, tingkat keterdesakan kepemilikan rumah, hingga ketersediaan dana pemanfaatan,” jelas Ariev.

 

sumber : rumah.com

Foto : Istimewa