Antusias Anggota REI Sultra Menyambut Pelatihan Tenaga Ahli SiPetruk

reisultra.com, Kendari – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya pembangunan rumah subsidi yang berkualitas. Hal ini karena adanya anggaran negara yang mengucur untuk program pembangunan rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

”Pemerintah tidak hanya memperhatikan kuantitas hunian saja, melainkan kualitas bangunan juga menjadi perhatian serius,” terang Menteri Basuki dalam Pencanangan Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas serta Pelatihan 3.000 Tenaga Kerja Pengawas Rumah Bersubsidi, yang digelar secara hibrid di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 18 Mei 2021.
Basuki menjelaskan, konstruksi bangunan merupakan salah satu unsur yang wajib dipenuhi untuk menjamin keselamatan penghuninya. “Kualitas bangunan harus menjadi perhatian bersama. Bagaimana sektor ini dapat berkontribusi tidak hanya dari segi kuantitas saja, melainkan segi kualitas juga harus dipastikan baik,” kata Basuki.

Lebih lanjut Menteri Basuki menjelaskan, lewat aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk), proses pengawasan di lapangan secara lebih akuntabel dan transparan, sehingga tidak ada praktik main mata antara pengembang dan manajemen konstruksi (MK).
Menteri PUPR juga memastikan bahwa keberadaan aplikasi SiPetruk tidak menghambat pengembang anggota asosiasi perumahan dalam membangun rumah. Aplikasi ini hanya memastikan bahwa rumah yang dibangun tidak bermasalah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Arief Sabaruddin menyampaikan bahwa pelatihan bagi para tenaga MK, aplikasi SiPetruk akan efektif berlaku pada pada Juli 2021. ”PPDPP bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR yang memfasilitasi pelatihan bagi 3000 peserta. Pelatihannya secara online dan bertahap di tiga batch, dengan masing-masing batch adalah 1000 peserta,” terang Arief Sabaruddin.
Kendati pelatihan secara daring, materi yang diterima peserta akan sama layaknya pelatihan reguler. Secara garis besar bimbingan teknis pelatihan dengan metode pemaparan materi, tanya jawab, dan lesson learned. Tiap harinya peserta akan menerima pelajaran (materi) yang wajib diikuti sebanyak enam jam. Selama empat hari, peserta pelatihan secara total menerima 24 jam pelajaran.

Kemudian pada hari kelima, peserta akan menempuh tahap assessment (penilaian) untuk sertifikasi yang diuji oleh asesor yang berkompeten di bidangnya. Bagi peserta yang dapat lulus pada tahap assessment, akan menerima Sertifikat Keterampilan (SKT) yang dikeluarkan oleh Bina Konstruksi yang selanjutnya sebagai syarat untuk dapat mengakses Aplikasi SiPetruk.
Sementara pelatihan calon tenaga teknis di Provinsi sulawesi tenggara untuk Anggota DPD REI Sulta dipusatkan di Sekretaria DPD REI Sultra yang waktu pelatihannya berada di Wilaya 3 mulai hari senin tanggal 31 Mei sampai 4 Juni 2021. Adapun total peserta yang berpartisipasi dalam pelatihan ini sebanyak 38 peserta yang diusulkan oleh anggota REI Sultra, dan untuk Koordinator Peserta yaitu Wawan Sutiawan. Pelatihan serentak ini dilakukan via daring (Aplikasi ZOOM Meeting). Semoga dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas Rumah Subsidi di Indonesia utamanya di Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mendukung Program Pemerintah Sejuta Rumah. (REISLTR)

Sumber : Industriproperti.com
Foto : Istimewa
Editor : –