49 Tahun, REI Menjadi Garda Terdepan Pemulihan Ekonomi Rakyat

reisultra.com, Kendari – Pandemi Covid-19 masih menyelimuti seluruh tatanan kehidupan, termasuk industri properti. Namun, kondisi yang serba tak menentu ini tidak menyurutkan pelaku industri properti yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) untuk tetap berkarya, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional.

”dalam rangka HUT REI Ke 49 Tahun, yang jatuh pada hari ini, semoga kita dapat meneguhkan komitmen kita semua, menjadikan REI sebagai Garda Terdepan Pemulihan Ekonomi Nasional,” ucap Iwan Setiyawan selaku Ketua DPD REI Provinsi Sulawesi Tenggara.

Lebih jauh Ketua DPD REI Provinsi Sulawesi Tenggara mengatakan,bahwa HUT REI kali ini merupakan sebuah momentum yang berharga bagi kita semua, “apa lagi saat ini kita berada dalam masa pandemi seperti sekarang ini. Sungguh sebuah kehormatan bagi saya bisa diberi kesempatan untuk dapat memimpin REI di daerah, sebuah organisasi besar, disegani, dan dihormati oleh stakeholder”.tuturnya 

Ketua DPD REI Provinsi Sulawesi Tenggara didampingi oleh Sekretatrisnya bersama dengan Kepala Cabang Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memotong tumpeng di perayaan HUT REI ke-49.

Berawal dari 33 perusahaan yang membentuk REI pada hari Jumat, 11 Februari tahun 1972, kini hampir 5.000 perusahaan di seluruh Indonesia telah bergabung. Ini menjadikan REI sebagai organisasi profesi real estate tertua dan terbesar di Indonesia.

Tak hanya itu, kendala yang dihadapi juga dalam hal pendanaan dan mencari partner bisnis, hingga krisis ekonomi tahun 1998, tahun 2008, hingga pandemi Covid-19 yang terjadi tahun lalu.

Di perayaan hari ulang tahun yang dihelat secara sederhana melalui virtual ini, ucap Ketua DPD REI Sulawesi Tenggara periode 2016-2019, peserta dapat mendengar kilas balik, inspirasi, dan motivasi dari para senior REI yang telah banyak menelan asam garam mengembangkan perusahaan properti, antara lain Budiarsa Sastrawinata, Hendro Gondokusumo, dan Nanda Widya.

Dalam rentang sejarahnya, semua ketua umum REI telah meletakkan patok-patok sejarah. Ibarat rumah, ada yang membangun pondasi, meletakkan patok pertama, membangun dinding, mendirikan tiang, sedangkan yang lain memasang atap, lantai dan sebagainya, sehingga menjadi bangunan besar nan kokoh. Hebatnya, para ketua terpilih menganut prinsip the right man on the right place.

REI itu juga ibarat sebuah pohon. Ia tak akan tumbuh dan rindang tanpa adanya tunas dan orang-orang yang merawatnya. Lantas, tunas yang ditanam 49 tahun lalu itu, kini sudah tumbuh dan berbuah lebat. Hasilnya pun sudah dan diharapkan senantiasa dapat dinikmati rakyat Indonesia.